Ruangkerjacreative.com – Kesadaran akan minat samantha terhadap musik berawal dari kebiasaannya mendengarkan lagu dengan handphone di usia 9 tahun. Tumbuh dalam keluarga yang juga menyukai dunia musik semakin membawa samantha untuk terlibat aktif di dalamnya. Sejak usia muda, ia sudah mulai menjadi bagian dari tim pemusik gereja sebagai keyboardist, anggota paduan suara di sekolah, dan tampil di beberapa acara bersama grup vokalnya. DAY6 dan Taylor Swift merupakan dua musisi yang sangat mempengaruhi preferensi musik samantha hingga saat ini.

“Waktu Rapuh” merupakan karya pertama yang dirilis oleh samantha sebagai independent artist dan ditulis saat duduk di bangku kuliah. Pada awalnya ia pun tidak memiliki intensi sama sekali untuk menulis lagu tersebut. “Karena saat itu lagi galau, aku sebenernya cuma pengen curhat lewat tulisan di buku notes yang biasa aku pake buat kuliah. Pas itu posisinya ada piano juga di depanku. Jadi sambil nulis, aku juga humming dan main piano. Dari momen itu aku iseng buatin nada untuk curhatanku dan surprisingly terbentuklah satu lagu di hari itu, walaupun masih berupa draft,” cerita samantha.

Inspirasi dari penamaan lagu “Waktu Rapuh” semata-mata karena dibuat ketika samantha sedang sedih dan terpuruk. Sempat mengalami one-sided love selama beberapa tahun belakangan membuatnya mulai mengalami hopeless. Perasaan ditinggal dan disakiti oleh orang yang disayang merupakan dua rasa yang menjadi dasar dari lagu tersebut. Diproduseri oleh Alvin Callysta dan Reinhard Santoso, mereka sepakat untuk mengemas lagu “Waktu Rapuh” dalam aliran musik pop ballad. Dominansi petikan gitar dan alunan biola yang menyayat semakin menambah kesan galau dalam lagu tersebut. Namun, samantha tidak ingin membuat setiap pendengarnya hanya berlarut dalam kesedihan.

“Kalo boleh jujur, aku akhirnya merubah semua lirik di bagian bridge. Lagu ini memang seperti “teh” yang aku “tuang” ke publik, jadi awalnya penuh dengan curhatanku. Tapi, sekarang setidaknya ada encouragement yang bisa diambil dari situ. Harapannya semoga lagu ini bisa jadi reminder buat setiap pendengar Waktu Rapuh bahwa kehidupanmu ngga berhenti sampai di momen dia pergi. Semua butuh ruang dan waktu, termasuk buat kamu rasain sakitnya dulu, lalu nikmati proses belajar dan sembuhnya yang emang ngga enak. Lastly, mungkin dengan kamu denger lagu ini ngga bikin yang udah pergi bakal balik, tapi semoga apa yang kamu rasain bisa tergambar dan terwakilkan dengan baik lewat tulisanku di lagu ini. Karena kalau kamu sakit, kamu ngga sakit sendirian,” ungkap samantha.

“Waktu Rapuh” sudah bisa didengar mulai tanggal 25 Juni 2021 di berbagai platform musik. Satu minggu setelahnya, para pendengar juga bisa menikmati visualisasi dari lagu tersebut melalui YouTube channel Samantha Summer.