Ruangkerjacreative.com – Setelah melewati dua tahun tanpa lagu baru, akhir tahun 2018 ini Summerchild mengakhiri hiatus karya dengan merilis sepasang single sebagai portal menuju album kedua. Dhandy Satria (gitar, vokal), Paulus Ryan (Bass), dan Yusak Nugroho (Drum) memberi judul dua single itu dengan “Dendam” dan “Aku”.

“Ide pembuatan lagunya baru muncul memang satu setengah tahun selepas perilisan album ‘Risau’. Di sejumlah gigs kami sempat membawakan ‘Dendam’ dan bisa diterima dengan baik oleh pendengar yang datang. Dari sana terpacu lagi bikin karya lain yang ternyata nyambung dengan ‘Dendam’ yaitu ‘Aku’,” beber Dhandy Satria.

Kedua lagu ini punya komposisi yang berlawanan. “Dendam” dengan keagresifannya, sementara komposisi “Aku” mengalun lebih tenang. Meski berseberangan secara aransemen namun keduanya memiliki lirik yang saling bersinergi. Dalam “Dendam” Summerchild berusaha memperdengarkan bagaimana konotasi Dendam yang negatif. Mereka menggambarkan konotasi itu lewat lirik “Mati-matian membawa bekal mati”. “Potongan lirik ini kami jadikan kata kunci untuk semua pendengar dalam lagu ini. Mengingat dendam juga dikaitkan dengan proses manusia belajar mengenai hidup, lagu kedua yang berjudul ‘Aku’ akan bermakna sebagai pendukung,” sambung Dhandy.

Dalam dua lagu ini band yang sudah berproses sejak 2013 ini masih membawa atmosfer kuat musik di album pertama. Konsep ke-aku-an manusia yang dibawa dari album “Risau” masih melekat erat di mana mereka kami masih mempertanyakan masalah identitas yang dibalut dengan materi lagu yang erat dengan reverb atau ambience. “Niatnya agar pendengar mendapatkan sensasi tersendiri yang erat dengan karakter musik yang selama ini lahir dari band kami,” sambung Ryan.

Sepasang single ini keluar diikuti dengan beredarnya merchandise dalam bentuk box set kaos dan CD edisi terbatas. CD berisi tiga lagu lain di album sebelumnya. CD edisi terbatas ini bonus dari pendengar yang sudah memesan box set berisi kaos dan stiker. Secara tidak langsung Summerchild mengikat mereka yang sudah memesan boxset secara eksklusif sebagai pendengar pertama dari kedua single ini. “Setelah itu kami harap kedua single ini mudah didengarkan di berbagai macam platform digital. Kedua lagu juga ini diproduksi secara independent dimana semua materi suara diproduksi dan digarap oleh tim Summerchild,” sambung Yusak.

Summerchild terjun ke dunia musik sejak tahun 2013 diawali dengan panggung-panggung komunitas blues, meski diawali dengan musik bergenre Blues, musik mereka terus berkembang hingga di pertengahan 2015. Band ini kemudian mulai berani untuk membawakan lagu ciptaan sendiri dan mulai memperluas jelajah panggung dengan tidak hanya di komunitas saja, namun juga di beberapa gigs lokal. Hingga akhirnya di penghujung tahun 2016 Summerchild memberanikan diri untuk mengemas semua karya dalam konser tunggal menjadi album bertajuk “Risau”. Seiring bertambahnya usia, trio ini kemudian mencoba mengeksplorasi muatan musik agar lebih luas dan nyaman untuk didengarkan dengan mengajak beberapa kolaborator seperti; Paulus Neo (Keyboard), Elang Nuraga (Gitar) dan Ichidilaga (Vokal).

Tautan Media:

https://www.instagram.com/summerchildtrio/
https://www.youtube.com/channel/UCyS3G8jsd33ilPWts31SpIQ

https://soundcloud.com/summerchildtrio
Summerchild: 085 643 585 771

%d bloggers like this: