Ruangkerjacreative.com – Setelah single “Is It Wrong to Loving You” yang baru-baru ini meraih 1 juta streams di Spotify, Sindy Amani akhirnya melepas Extended Play (EP) perdananya bertajuk Never Good Enough. Dilepas dalam naungan Pops You Good, EP 4 trek ini sudah bisa dinikmati di berbagai streaming platforms mulai tanggal 2 April 2021.

Toxic relationship menjadi tema besar dari EP yang konon ditulis berdasarkan kisah pribadinya tersebut. Namun di sini, Sindy tak ingin berhenti menyoroti hal itu sebagai sebatas fenomena. Ia melihat lebih dekat & menyelam lebih jauh, menghadirkan perasaan terdalam sebagai seseorang yang (pernah) menjalaninya sebuah sisi yang sering diabaikan banyak orang kala terjebak dalam hubungan pertemanan hingga romansa tak sehat seperti ini.

“Perasaan bersalah, denial, self-blaming… Hal-hal tersebut hampir selalu dialami orang-orang yang terjebak dalam toxic relationship, tutur Sindy. “Terutama pertanyaan-pertanyaan macam ‘Apakah aku cukup baik untukmu?’, ‘Apakah aku sudah membahagiakanmu?’ hingga ‘Apakah aku sudah berjuang untukmu?’ yang kadang malah menghancurkan diri kita sendiri.”

EP yang diproduseri oleh Millie ini terdiri dari 4 trek dengan ceritanya masing-masing seputar toxic relationship tadi. Nomor pertama, “Goodbye” misalnya, adalah tentang seseorang yang selalu berusaha untuk menjalin sebuah persahabatan namun berakhir gagal. Lalu title track EP ini ditaruh di urutan kedua. “Ini kayak berkaca sama aku yang dulu– yang sepertinya terlihat baik-baik saja, namun ternyata ia begitu terpuruk & selalu menyalahkan dirinya sendiri,” tutur Sindy menjelaskan lagu ini.

Trek ketiga, “Is It Wrong to Loving You”—yang sudah dirilis sebelumnya adalah perkara drama move on dan savior complex. Di mana si narator berharap bisa menyembuhkan luka kekasihnya, namun sesungguhnya ia sedang melukai dirinya sendiri. EP ini kemudian ditutup dengan “Gone”, lagu tentang ketakutan akan perpisahan yang konon terinspirasi dari drama Korea berjudul “Start Up”.

Never Good Enough memakan proses waktu sekitar empat bulan. Sindy mengakui ia tak ingin terburu-buru dalam mengerjakan EP ini. “Aku ingin mengambil waktu & melakukan persiapan yang benar-benar matang (untuk EP ini). Agar esensi dan pesannya juga bisa sampai ke pendengar,” terangnya.

“Dengan pemilihan tema yang  relatable namun kukemas ringan, harapannya tentu ia dapat diterima banyak kalangan. Gak Cuma di Indonesia, tapi juga berbagai negara,” pungkasnya menutup perbincangan EP ini.