Ruangkerjacreative.com – Dalam upaya menularkan rasa takut akan keterpisahan dari kehidupan, Eastern Traffic mencoba menghadapi kenyataan dengan membayangkan kehidupan reuni setelah kematian dalam debut single mereka, “Heaven”.

Dirilis bersamaan dengan video musiknya pada Minggu (28/03/2021), lagu terbaru kuartet rock british asal Yogyakarta ini diambil dari album “Innocent Moves”, sebuah paket kuat deklarasi kemerdekaan dari pendekatan kehidupan ortodoks yang akan akan dirilis di bawah bendera Species Music, November mendatang. Album ini akan menjadi tonggak kelahiran kembali Eastern Traffic di skena musik Yogyakarta dengan tidak hanya mengeluarkan single, namun juga secara resmi menambahkan Anetjka, vokalis emo kontemporer yang sedang marak di berbagai kanal YouTube musisi sentral, sebagai frontwoman mereka.

“Innocent Moves adalah album yang didedikasikan untuk semakin memperkuat niat kami dalam memulai kembali Eastern Traffic setelah beberapa saat vakum karena kesibukan masing-masing. Kami kebanyakan mengemas ulang lagu-lagu yang kami buat di masa lalu agar sesuai dengan musik saat ini karena kami ingin menjaga band ini dan kenangannya tetap hidup. Oleh karena itu, kami menyebut album ini sebagai Innocent Moves, ditranslasikan menjadi gerakan tidak bersalah, karena pada dasarnya, kami tidak memiliki niat khusus selain tetap berada di jalur dengan segala sesuatu. Jadi, kami memutuskan untuk juga menambahkan Anetjka sebagai tambahan pembangkit listrik yang sesuai dengan pendengar Brit Rock saat ini karena kami melihat dia memiliki pendengar multi-genre. Menurut kami, semakin banyak orang mendengarkan lagu kami, semakin dalam kami bisa berbagi apa yang telah kami pelajari melalui band ini dan yang lainnya,” jelas gitaris Yudhistira Gangga.

“Heaven” sendiri adalah pengucapan dari momentum penyerahan seseorang atas fakta bahwa setiap orang akan meninggalkan dunia ini dan terpisah satu sama lain. Meskipun demikian, lagu ini mengingatkan kita bahwa jika reinkarnasi itu nyata, maka tidak ada yang namanya perpisahan permanen seperti halnya tidak ada yang namanya kebencian permanen seperti yang dijanjikan oleh Yang Esa. Sebuah kehidupan setelah kematian tanpa perang, tanpa pertarungan, tanpa darah, tanpa anarki.

Setidaknya butuh waktu 6 bulan bagi Eastern Traffic untuk melakukan produksi mulai dari pembuatan konsep hingga pengumpulan material sejak September lalu. Keseluruhan lagu dalam Innocent Moves Album merupakan kumpulan bahan peledak yang terdiri dari berbagai harmoni anarkis mulai dari punk, Brit Rock, sedikit emo dan fragmentasi ambient rock.

Proses rekaman untuk “Heaven” dilakukan di Ruang Kerja Records dan Soba Studio sejak Oktober 2020. Drum sendiri direkam oleh Fino Hidayat di Soba Studio sedangkan bagian synth dan piano diaransemen oleh Paulus Neo di Bosan Berisik Lab. Meka TM, pemilik Munsatura Studio yang juga merupakan komposer dan musisi Promniters dan penata musik dari film animasi “Battle of Surabaya” (MSV Studio) dipercayakan untuk mixing dan mastering lagu ini. (*)