Banjarnegara, awal tahun menjadi hal yang baik bagi insan dibelakang project bernama S.A.B. yaitu, Sabar Wijayanto & Boby Prakoso. Pasalnya mereka cukup lama absen tidak berproduktif dalam studio untuk menciptakan karya. Untuk itu, mereka menjadikan awal tahun ini sebagai penyegaran bagi diri mereka dalam berkarya. S.A.B. sendiri merupakan project yang dimulai pada tahun 2013. Project tersebut berasal dari ide sang punggawa, Sabar Wijayanto. Sabar, panggilan akrabnya, kala itu berinisiasi untuk membuat sebuah side project atas band utamanya Dirty Rumble. Ia mengajak Boby Prakoso & Adwin Nugraha (YGAIH) untuk bergabung. Alhasil lagu berjudul “Terjebak Dalam Skenario Cintamu” ditelurkan. Lagu melankolis berbasis pada akustik ini menjadi media Sabar untuk meluapkan emosi perasaannya yang bergejolak. Selang 2 tahun; 2015, Sabar mengajak Boby untuk membuat materi baru untuk S.A.B., dalam project ini Adwin absen. Materi baru yang Sabar inginkan adalah tentang afeksi yang ia alami. Dimana ia berposisi sebagai manusia yang dipandang sebelah mata oleh orang-orang disekitar, juga sebagai pembutktian diri. Materi yang ada di dalamnya bisa juga disebut dengan re-revenge in good way to f*ck’em all in silently. “Meretas Dalam Diam” adalah tajuk yang dirasa tepat & kini lagu tersebut sudah di daur ulang oleh You Go Away I’m Here dalam albumnya yang berjudul Rise.

 Kembali pada topik awal obrolan ini dimulai. Materi baru dari S.A.B. yang dijadwalkan akan keluar pada akhir Februari ini mengalami pengunduran. Pengunduran ini dikarenakan ada beberapa kesibukan dari masing-masing personel yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, mereka akan menjadwalkan kembali pada bulan Maret. Semoga Maret lekas memberikan pembenaran. Berbicara perihal materi baru ini, lagi-lagi lahir dari apa yang dialami oleh Sabar Wijayanto. Kali ini ia merasa bahwa dalam dunia ini, kuasa bisa saja menakdirkan peluang. Kuasa di sini adalah sebuah posisi dari pencapaian manusia yang tidak digunakan sebagai mana mestinya. Eksplisitnya ialah Nepotisme, kita semua tahu bahwa hal ini sudah membabi buta dalam strata pekerjaan. Istilahnya siapa yang punya kenalan, jalan bisa dimuluskan. Hal tersebut khususnya terjadi pada pekerjaan yang bersifat kelembagaan, notabene memiliki standar sertifikasi. Secara pengertian, Nepotisme adalah pemanfaatan jabatan untuk memberi pekerjaan, kesempatan, atau penghasilan bagi keluarga atau kerabat dekat pejabat, yang mana menutup kesempatan bagi orang yang dianggap orang lain. Keadilan telah dicederai oleh hal semacam ini. Nepotisme disebut dalam Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme,  yang berbunyi “ Nepotisme adalah setiap Penyelenggara Negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara”. Dalam pasal 22 dipertegas bahwa setiap Penyelenggara Negara atau Anggota Komisi Pemeriksa yang melakukan Nepotisme akan dipidana penjara paling sedikit 2 (dua) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun penjara. Serta denda paling sedikit Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah). Hal tersebut jika Nepotisme terjadi pada pekerjaan yang melibatkan negara atau terkait dengan negara/penyelenggara negara. Namun fenomena Nepotisme juga tidak luput dari hal-hal yang tidak bersifat pada kenegaraan. Contoh, perusahaan swasta. Dalam perspektif lain akan sah-sah saja jika si pemilik perusahaan mempekerjakan keluarga atau sanak saudaranya dengan mudah. Namun, jika dilihat dari esensinya, hal tersebut tetap saja mengebiri setiap kesempatan orang lain yang lebih pantas. Yang pasti hal-hal ini sudah mengakar dan mungkin saja sulit untuk di tiadakan, karena mungkin kita sendiri dan bahkan insan dalam project S.A.B. pernah, sedang, atau akan terlibat di dalam sirkulasi nepotisme sebagai aktor atau sebagai figuran. Tidak baik  jika menyalahkan hal-hal lain atau orang lain. Beretrospeksi adalah salah satu hal bijak untuk sedikit menyelesaikan problematika nepotisme.

  Diluar materi diatas yang akan di garap oleh S.A.B. , mereka mengajak kawan baik mereka dari Semarang untuk berkolaborasi perihal Artwork yang akan merepresentasikan lagunya nanti. Kawan baik yang dimaksud memiliki nickname Holydie. Artwoker yang memiliki akun IG @theholydie ini sangatlah unik dalam menuangkan ide lewat goresan tangannya. Semoga sinergi yang dibangun antara S.A.B. dan Holydie akan menghasilkan karya yang maksimal di awal tahun ini.

%d bloggers like this: