Ruangkerjacreative.com – Jakarta – Magelang; Dua band dengan berat timbang setara seperterkaman heavy metal, Suri dan Klandestin akan melakoni tur panas menghajar jalanan sepanjang Jawa-Bali bertajuk Road On Fire 2018. Kedua band tersebut dipastikan turun bersama misi anyar dari tubuh masing-masing, amunisi baru yang akan membuat kota-kota yang didatangi nanti dalam rute menggelora bakar dan gila; Suri dengan magnum-opus tiga seri EP berjudul Waham yang berencana dirilis pada akhir tur dan Klandestin dalam debut berambisi Green Acid of Last Century yang terbit pada angka sakral tahun ini: 4-20-2018.

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kancah musik rock selain band-band yang naik panggung dengan deretan lagu baru. Gitaris sekaligus pendiri Klandestin, Combohell sangat bersemangat menyambut tur kali ini, dia sudah siap melibas habis jalanan, katanya, “ini adalah tur yang bersejarah untuk Klandestin karena waktunya lumayan panjang, bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai kota, apalagi akan jalan bareng Suri, salah satu band yang menjadi influence kami.”

Kombinasi Suri-Klandestin dalam satu panggung ibarat menghampiri bar perjamuan di atas gurun gersang yang bau asap knalpot dan penuh remahan daun kaktus. Sama-sama berhalusinasi, Suri dengan imaji erotika dan Klandestin dengan semesta hijaunya. Menggerung, merambat menemui ajal, atau mengawang, kalau mengikuti istilah D-rexxx, pemain drum raksasa Suri, “kami punya materi musik rock yang tidak umum. Buat sebagian pendengar mungkin terlalu keras, tapi bisa jadi terlalu pelan. Suri mengambil jalur tengahnya. It may hurt a little but you’ll get used to it.”

Bagi Klandestin mereka menambahkan misi khusus mengenai perkembangan kancah stoner – doom metal nasional. “Kami melakukan pendokumentasian dan mengumpulkan data supaya tahu bahwa di daerah dan kota-kota lain ternyata musik bergenre seperti kami juga banyak bertumbuhan. Yang pasti kami bisa membuat sebuah histori dan mengubah dogma jika band daerah tidaklah kalah dengan band kota besar. Kami ingin menjadi trigger untuk band-band Magelang lainnya juga mampu keluar kandang membuktikan karyanya,” ujar Combohell.

%d bloggers like this: