Ruangkerjacreative.com – Musik sebagai bentuk seseorang mengekspresikan diri dan suasana hatinya. Begitulah kira-kira yang dilakukan oleh band asal Samarinda Red Cherry. Lewat music video sekaligus single terbaru mereka Baby, Maybe mereka mengekspresikan sebuah kisah kasih romansa yang pasti Sebagian dari kita pernah memiliki pengalaman serupa.

Baby, Maybe dirilis pada tanggal 17 April 2020 sebuah lagu yang terisnpirasi dari kisah nyata yang banyak terjadi pada sebagian orang. Wujud ekspresi lelah dan menyerah akan perjuangan kisah cinta yang tidak terbalaskan, diinterpretasikan melalui lirik yang ditulis oleh sang vocalist, Rizvir. Salah satunya pada bagian reff, Rizvir menyisipkan lirik seperti “Baby, I think I’m done” sebagai ekspresi kekecewaan dan keputusasaan akan harapan yang tidak pasti.

Selain itu disisipkan juga lirik berbau kegalauan diri seperti “Maybe, the feeling is gone” sebuah bentuk ekspresi ketidakyakinan pada perasaanya sendiri. Nuansa lirik dalam lagu ini dibuat galau tapi dirangkai dengan suasana musik yang santai. Bukan hanya karena pemilihan indie pop sebagai genre, tetapi juga karena makna dalam lagu Baby, Maybe adalah bentuk tegarnya si pejuang cinta tersebut menghentikan perjuangannya. Dengan harapan dapat mewakili jiwa-jiwa pendengarnya yang sedang galau sebagai pejuang cinta di luar sana.

Suasana malam perkotaan yang santai dan pencahayaan yang sedemekian rupa untuk menyampaiakan mood dalam video musik ini juga menjadi faktor utama agar lebih terasa nuansa intimate. Rilisnya Baby, Maybe ini menjadi single ke- 3 mereka dimana sbelumnya Red Cherry telah merilis dua single mereka tahun 2019 lalu yakni, I Called My Mom dan Let Me yang sudah menembus lebih dari 10.000 pendengar di berbagai music platform. Selain itu rencana peluncuran album yang sudah di gadang-gadang oleh para pendengarnya sejak tahun lalu juga telah melalui proses tahap akhir. Rencannya album mereka yang berjudul Everyday tersebut akan dirilis pada tahun 2020 ini.

Video musik hasil kolaborasi Red Cherry dan Cinematographer asal Tenggarong David Richard (Director) dan Fathurfa (DOP dan Editor) asal Samarinda ini juga memilih suasana malam sebuah perkotaan sebagai usaha untuk membangun suasana romansa dan galau.

Dalam proses pengerjaannya, Red Cherry bekerja sama dengan studio lokal, Backstage Indonesia, dan seorang visual artist asal bogor, Favian Hiroshi Yokachda. Sama seperti dua lagu terdahulu mereka, Baby, Maybe begitu pula dengan album mereka merupakan hasil proses kreatif antara Rizvir (Vocal) dan keempat personil lainnya yaitu Dennis (Guitar), Jaya (Drum), Sadat (Bass), dan Herry (Keyboard).

%d bloggers like this: