Ruangkerjacreative.com – Milestone merupakan kelompok Alternative Rock yang dipadukan dengan aksen British Pop dan ambient sound yang kental yang pada pertengahan 2015 diinisiasi oleh empat orang pemuda asal Banjarnegara, dimana merupakan kota ketiga yang ada di Jawa Tengah, yang sedang merantau di Yogyakarta. Sempat beberapa kali berganti formasi pada posisi vokalis, sampai pada akhirnya 1,5 tahun dilewati dengan pincangnya pondasi formasi sehingga membuat semakin mengecilkan harapan akan terwujudnya semua gagasan. pada akhirnya, setelah penantian panjang, bertemulah dengan Bhima Dwika, seorang pemain worship music dari Mojokerto, datang dengan peran yang dibutuhkan dalam formasi kelompok ini. bertambahnya satu warna baru menjadi sebuah tantangan baru untuk memadukan 5 pasang telinga serta 5 isi kepala, dimana itu akan menjadi sebuah pendewasaan ego dalam proses kreatif yang dijalani. 

Terbentuknya band MILESTONE menjadi titik awal sebuah keresahan yang berjalan menjadi sebuah tekad bulat yang dimulai pada tahun 2015 yang terdiri dari Bhima Dwika (Vocal/Guitar), Yoga Bhakti (Guitar), Arroyhan (Keys/Synthesizer), Aulia Rakhman (Bass), Witra Prima (Drum).

Setelah hibernasi selama beberapa waktu, kini Milestone telah bangun dari tidur panjangnya dengan meluncurkan sebuah single baru bertajuk “Semesti Semesta” yang dirilis tanggal 4 Maret 2021 di berbagai layanan musik digital. 

Lagu “Semesti Semesta” yang ditulis oleh Arroyhan (keys/synthesizer) sekitar tahun 2017 ini menceritakan tentang sebuah fase yang pastinya akan dihadapi setiap manusia, di mana pertanyaan – pertanyaan naif tentang rumitnya dunia yang dihadapi menimbulkan dilema dalam melewati fase tersebut. Konsep komposisi dari lagu “Semesti Semesta” adalah perpaduan dari musik British Pop, Alternative Rock, dan Ambient Sound yang memiliki dimensi ruang cukup lebar yang menggambarkan jangkauan bayangan dan pandangan manusia.

Lagu “Semesti Semesta” akan masuk dalam bagian dari album mendatang bertajuk sama yang akan dirilis pada tahun 2021, tepatnya lagu ini akan menduduki track ke – delapan. Namun, ada beberapa perbedaan untuk versi lagu “Semesti Semesta” yang dirilis kali ini dengan versi yang nantinya akan dimasukkan ke album. Dalam versi yang Milestone rilis kali ini, backing vocal untuk single “Semesti Semesta” diisi oleh solois bernama Sabela, sedangkan di versi album nanti akan ada beberapa perbedaan komposisi.

“Kosongnya posisi vokalis sempat membuat kami terhenti dan semakin melenyapkan harapan kami dalam mewujudkan semua gagasan. Dalam fase itu, kami semua sepakat bahwa sembari dalam pencarian orang baru yang akan menggantikan posisi vokalis sebelumnya, kami juga melebarkan kapasitas masing-masing kepala di dunianya. Waktu itu, kami berharap dapat berkumpul lagi dengan modal yang lebih kuat. Satu setengah tahun pun kami lewati dengan pincangnya pondasi formasi” kenang Yoga Bhakti (guitar).

Namun, Sang Pencipta berkata lain. Pertemuan dengan Bhima mungkin sudah tertulis di suratan takdir. Peran yang Milestone butuhkan selama waktu dan situasi tak menentu itu akhirnya terjawab oleh visi Bhima dan segala potensinya, layaknya kepingan hilang yang sama, tetapi baru sekarang saling dipertemukan untuk saling melengkapi.

“Hanya saja, dengan bertambahnya satu warna baru dari Bhima, untuk memadukan lima pasang telinga dan lima isi kepala tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Kami memerlukan waktu lagi agar semua pondasi benar-benar kokoh,” sambung Arroyhan (keys/synthesizer).

Waktu yang ditempuh Milestone untuk mengerjakan lagu ini hampir empat tahun dengan mengalami berbagai cerita dan beragam kendala. Hasil rekaman pertama pada tahun 2018 ternyata belum memuaskan, sehingga Milestone mencoba merekam ulang lagu ini. Semua berjalan lancar, hanya saja masih ada beberapa celah kekosongan pada keseluruhan komposisi.

“Jiwa dan pesan dari lagu ini terasa belum sampai, bahkan ke telinga kami sendiri. Masih ada yang harus diperbaiki. Menilai kekurangan akan hasil kami sendiri memang terasa lebih sulit daripada mencari celah kekurangan dari hasil orang lain,” kata Witra Prima (drum).

Proses total rekaman yang dilakukan sampai tiga kali pun belum mencapai apa yang dibayangkan. “Sampai akhirnya, kami merasa terlarut dalam proses yang tidak akan pernah terselesaikan. Kami terlalu terpaku pada lagu ini. Rasa ketidakpuasan yang terus menerus justru menjadikan langkah kami terhenti hanya di titik ini karena proses yang berjalan akhirnya terlalu berlebihan,” beber Aulia Rakhman (bass).

Akhirnya, Milestone sadar bahwa yang menjadi kunci untuk momen saat ini adalah kata “cukup”, bukan puas, karena sebuah hasil tidak akan sempurna seutuhnya di mata dunia. Sekecil apa pun celah, pasti akan nampak di dalam sebuah sudut pandang. Hal itu Milestone jadikan sebagai proses evaluasi dan proses pendewasaan akan ego dan telinga.

Kami sepakati bersama bahwa hasil ini telah cukup bagi kami setelah segala lika – liku yang kami alami selama proses pengerjaan. Kami harap karya ini akan jadi titik awal penanda agar kami melangkah lebih baik lagi ke depannya, seperti filosofi dari kata ‘milestone’ itu sendiri. Jadi, selamat datang dalam perjalanan ‘Menuju Semesti Semesta’, dari kami berlima,” pungkas Bhima Dwika (vocal/guitar).