Ruangkerjacreative.com – Lenggie Basrani Sukarya selama ini dikenal sebagai Singer Song Writer yang cukup produktif. “Aktivitas musik saya sempat terhenti, karena kesibukan saya sebagai Ibu Dharma wanita,” ujar Lenggie tergelak. Meski sudah dikaruniai dua anak, secara fisik perempuan jelita ini tidak berubah, dibanding saat pertama kali merintis kariernya 15 tahun yang lalu. Lalu apakah aktivitas musikal Lenggie yang terbaru?

Ternyata Lenggie baru saja merilis ulang karyanya “Kala Cinta Menyapa”.  Benar, Lagu ini sudah pernah edar belasan tahun lalu dalam format CD bahkan dibuat juga Video Musiknya. Kini lagu tersebut kembali mengunjungi telinga pendengar. Masih up to date kah Lagu dan Musiknya? “Kualitas adalah kunci dalam sebuah karya, sehingga lagu rilisan belasan tahun lalu pun, tetap terdengar fresh hingga sekarang,” ujar Ika Ratih Poespa yang menggarap arransemen “Kala Cinta Menyapa”.

Berjarak setahun sejak merilis lagu baru “Tiada Batas” (2021) – Lenggie berjanji akan mengulik kembali karya lamanya single by single. “Atas inisiatif mas Seno M. Hardjo, saya akan rilis ulang dua karya saya. Keduanya sudah dalam format reMastered edition yang dikerjakan mas Bram,” ujar Lenggie.

Sebuah pakem diucapkan sahabat Aldo Sianturi, seorang penggiat Musik : “Lagu produksi  lama yang sudah edar secara fisik, jika baru diunggah di digital market – kategorinya tetap lagu baru,” ujarnya sembari meyakinan bahwa dunia digital berbeda dengan Sales secara fisik, seperti Vinyl, CD maupun Kaset.

Belakangan ini fenomena Fisik kembali mendunia. New Comer atau yang senior’s musician merilis karyanya dalam format fisik. Meski jumlahnya terbatas, Vynil dianggap sebagai penjaga marwah karier si Musisi. Kaset menempati urutan kedua, karena statusnya masih turunan dari pita analog. Sedangkan Compact Disc menempati urutan ketiga sebagai format dengaran di ‘persimpangan jalan’.

Lalu faktor apa sajakah yang perlu disiasati ketika merilis Lagu yang sudah diproduksi tahun 2010 misalnya, ke digital market? Perlu ada sedikit revisi. Menambahkan accoustic guitar atau sound effect Keyboards misalnya, jadi akan terasa berbeda. “Atau minimal reMastering, biar sound nya lebih kekinian,” ujar Musisi sekaligus Sound Engineer Estu Pradana Bramono alias Bram, yang menjadi andalan Musisi Indie. Nah, lagu Lenggie Sukarya “Kala Cinta Menyapa”  juga diperlakukan dengan resep yang sama.

Dalam hitungan 2 atau 3 bulan ke depan, Lenggie Sukarya akan kembali merilis minimal satu lagu lagi. “Judulnya Hope yang berkisah tentang harapan demi harapan, jangan sampai ada kata putus asa,” ujarnya. Lalu tentang Konser yang sekarang hype lagi? Lenggie berencana akan menggelar dalam format akustik dan limited seat. “Tidak ada istilah ‘sayap sayap patah’ dalam dunia musik,” ujar Lenggie

%d bloggers like this: