Ruangkerjacreative.com – GANGGA, solois muda berbakat yang terinspirasi dari sang ibu dan lingkungannya sejak dini, menemukan minatnya untuk berkarya di industri musik dan menekuni bakat yang ia miliki. Ia mengaku, keluarga dan lingkungannya turut bermain peran dalam perjalanannya bermusik hingga hari ini. 

Main musik terdorong karena lihat ibu dan lingkungan waktu kecil, tapi pada akhirnya bisa sejauh ini karena balik lagi dari minat diri sendiri.” Ucap GANGGA.

Pada perilisan single kedua yang bertajuk Blue Jeans di tahun lalu, GANGGA memperoleh respon positif dari para pendengar, tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga membuka potensi pendengar di luar Indonesia. Hal ini divalidasi dengan adanya dukungan editorial playlist di banyak negara, seperti Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, Taiwan, Jepang, Hongkong, dan masih banyak lagi. Respon tersebut kian memotivasi dirinya untuk terus menyajikan karya-karya teranyarnya, terlebih karya yang ia hasilkan berdasarkan pada pengalaman pribadinya. 

Memasuki tahun kedua sejak menjajaki industri musik, kini GANGGA mengajak para pendengarnya untuk berproses bersama dengan mempersembahkan album perdananya di tengah tahun 2021. Album perdana GANGGA telah dibuka dengan tiga singles pertama, yaitu Forever, Whiskey Bottle dan Waiting for You. 

Sebagaimana dirinya memberikan tajuk It’s Never Easy sebagai album perdananya. It’s Never Easy mengisahkan sebuah proses dari seseorang yang tengah berupaya melupakan masa lalu yang ia miliki. 

Selain menjadikan pengalaman pribadinya sebagai ide cerita dari tiap lagu di album perdananya, GANGGA mengaku bahwa It’s Never Easy merupakan mediumnya dalam mengomunikasikan kesedihannya dengan dirinya sendiri. It’s Never Easy yang digarap sejak Februari 2021 melahirkan 10 buah lagu dengan This Love Will Never End sebagai lagu sorotan utamanya. 

Buat gue, This Love Will Never End ini adalah bukti bahwa kekuatan cinta itu besar. Lagu ini jadi salah satu yang paling bisa menceritakan album ini secara keseluruhan.” Ungkap GANGGA.

Pada album perdananya, GANGGA turut melibatkan Petra Sihombing, Mohammed Kamga, Ankadiov, Will Mara, hingga Eky Rizkani (Reruntuh). Dalam pembuatannya, GANGGA sangat menikmati setiap proses kolaborasi di dalamnya. Ia mengaku, nama-nama tersebut mampu membantunya dalam mewujudkan It’s Never Easy sesuai dengan visinya.

Dengan gaya musik Pop Soul yang melekat pada GANGGA, It’s Never Easy juga menawarkan sentuhan Jazz Chord Progression sebagaimana referensi musik yang ia peroleh sejak tumbuh dan berkembang. Dalam albumnya, GANGGA seolah memberikan gambaran akan seorang laki-laki yang tengah berproses dalam melupakan suatu hubungan yang kian berlalu. Penggambaran tersebut ia turut sisipkan dalam lagu pembuka dan penutup pada album It’s Never Easy

Lagu pertama dan terakhir itu gue jadikan sebagai lagu pengenalan dan penutup cerita. Kalau mengalami perpisahan di suatu hubungan, laki-laki biasanya suka denial di awal, padahal ujungnya sebenarnya butuh dan begitu adanya.” Jelas GANGGA.

Dengan kata lain, GANGGA mengajak para pendengarnya untuk mewajarkan dan menikmati proses kesedihannya di setiap perpisahan, utamanya ia peruntukkan pada para laki-laki yang tengah patah hati. Album perdana GANGGA, It’s Never Easy, akan dijadwalkan rilis secara resmi pada 27 Agustus 2021 di berbagai layanan streaming musik bersamaan dengan album visualizer pada kanal YouTube. Selain itu, video lirik dari tiap lagu dapat segera dinikmati per tanggal 27 hingga 31 Agustus 2021 dan turut disertai dengan sesi Into My Room setiap Rabu mulai dari 1 September 2021.

Tidak hanya akan diriliskan di dalam negeri, album perdana GANGGA juga akan dipromosikan di Asia Tenggara, utamanya Malaysia, Singapura, Filipina, dan juga Amerika Serikat. Langkah awal bermusik ini akan menjadi awal dari perjalanan GANGGA. Melalui langkah awalnya, GANGGA berharap karyanya dapat mendatangkan lebih banyak pendengar, di dalam maupun di luar Indonesia. Album perdana ini diharapkan pula mampu menemani dalam berproses, mau pun melengkapi hati  para pendengarnya.