Ruangkerjacreative.com – Salah satu sistem yang sekarang ini baru digandrungi adalah pertunjukan dengan sistem online. Disiarkan melalui kanal-kanal YouTube atau akun-akun Instagram. Mungkin terpaksanya, banyak musisi atau band yang sedianya mengikuti sistem ini untuk tampil.

Namun, ada juga beberapa band yang akhirnya membuat pertunjukannya sendiri yang sangat terbatas. Hanya dihadiri oleh beberapa penonton yang tidak sampai empat-puluhan orang. Mereka melakukan itu dengan dasar bahwa pertunjukan online ini tidak menciptakan energi dan timbal balik dari penonton.

Pertunjukan milik sendiri itu juga sempat diselenggarakan oleh KRANS pada Maret 2021, lalu. Pertunjukan mandiri bertajuk “Pengganggu Tidur Siang Vol.1” itu juga menjadi agenda KRANS untuk merilis lagu “Obituari, Kerangka Masa”. Selebihnya, KRANS ingin melepas kejengahan mereka dalam kebiasaan pertunjukan online.

Beberapa kali hadir dalam pertunjukan online, KRANS mendapati beberapa hal penting yang terkadang jadi nomor sekian. Terlepas dari urusan teknis, ada satu hal yang KRANS tidak bisa dapatkan di pertunjukan offline, yaitu energi dan semangat. Dengan demikian, KRANS lebih mengutamakan untuk tampil secara langsung di hadapan para penonton.

“Melihat dari sisi teknis banyak sekali pertimbangan, seperti jika melakukan pementasan online itu jaringan internet menjadi hal yang penting, tata suara itu menjadi hal yang riskan untuk dipertanggungjawabkan dan teknis taping yang budget nggak kecil. Tapi yang jelas, penonton yang di depan mata adalah bentuk respon yang terjadi, baik di atas atau di bawah panggung itu menjadi hal penting di pementasan kami,” jelas Saga yang diamini oleh Shofa.

Mendapatkan respon baik dan energi yang khusus di “Pengganggu Tidur Siang Vol. 1”, Saga dan Shofa sepertinya menikmati untuk menggelar konser offline lagi. Bukannya tidak ingin tampil di pertunjukan online, namun Saga lebih mengutamakan hingar-bingar yang terjadi di pertunjukan langsung. Shofa juga menegaskan bahwa pertunjukan offline adalah sebuah ruang kecil untuk menciptakan diskusi bagi semua orang yang terlibat.

“Sebagai band sih kami ketagihan membuat pertunjukan setelah “Pengganggu Tidur Siang pertama,” ucap Saga.

“Diundang orang hari ini (pertunjukan online), itu jadi hal yang menyenangkan, tapi membuat konser dan pementasan kami itu jadi kepuasaan tersendiri,” imbunya.

“Konsepnya, ketika membuat pertunjukan sendiri itu adalah sebuah sesi diskusi untuk teman-teman bisa berkumpul dan berbincang banyak-banyak,” Shofa menimpali.

Menurut KRANS, rangkaian era promo “Obituari, Kerangka Masa” memang sudah akan selesai. Tentunya nanti akan dibuat peristiwa penutup untuk itu, Saga mengatakan bahwa akan ada “Pengganggu Tidur Siang Vol. 2. Dengan segala kondisi yang terjadi sekarang, KRANS dan satuan kerjanya sedang memikirkan bagaimana pertunjukan itu nantinya akan diadakan.

“Ini sebuah penanda peristiwa. Untuk program, masih paralel dengan keadaan ya, kami ingin mencoba merespon dan ingin melakukan pertunjukan yang aman,” kata Saga.

“Pastinya kami sudah mempersiapkan sesuatu untuk ditampilkan di momen itu, Shofa dan saya serta tim sedang banyak diskusi. Tentunya ini akan menjadi lebih menarik dari pada yang sebelumnya,” pungkas Saga.