Ruangkerjacreative.com – Media tahun 2000an ke sini, tren lagu anak-anak masih cukup mewarnai di blantika musik Indonesia. Tetapi lebih tepatnya, anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu ciptaan orang dewasa, atau dari karya grup band, dan kelompok music orang dewasa. Banyak reaksi dan tanggapan dari warganet yang kemudian menimbulkan inisiatif Presiden Joko Widodo meminta Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Mira Lesmana  saat itu untuk datang ke Istana Merdeka untuk menanggapi fenomena ini. ( Lokadata/2018).

Kegelisahan yang ditangkap oleh Bapak Presiden tepat tiga tahun lalu ini, sampai sekarang belum terlihat jelas solusinya. Padahal film nasional sedang dipuncak produksi, sebuah antitetis yang sangat menggelikan bagi kita semua. Ditemui disela-sela shooting video klip lagu anak-anak di area Kota Bekasi, Aji Ori, founder dari Bams 12 Pro menyatakan pendapatnya, “ Justru ini menjadi tantangan buat kita semua dan teman-teman yang khusus bergerak di industri ini. Apa yang menjadi tantangan dan memang segera kita benahi untuk mengejar ilmu yang memang kita harus kuasai segera di era ini.”

Label musik yang ia dirikan ini sudah memproduksi puluhan lagu-lagu anak, dan Mang Aji Ori pun cukup paham bagaimana peta industri musik yang telah bergeser, bagaimana ia segera mungkin untuk meyusun peta biru industry musik bersama teman-teman yang lain. Hulu-hilir dari industri ini yang sebenarnya sangat urgen bagi kepentingan dan masa depan bangsa sendiri.

“ Kita ingat era Papa T Bob, almarhum tidak hanya mampu membuat lagu-lagu yang hits tapi mampu melahirkan bintang-bintang cilik yang cukup eksis dan ini  jadi salah opsi sehat untuk perkembangan tumbuh kembang anak, psikologi anak tepatnya.” urai dia.

Mang Aji Ori juga menambahkan sebenarnya upaya dari insan-insan musik dan pemerintah seperti Lomba Cipta Lagu Anak, atau lagu tema dari film-film anak sudah ada beberapa yang cukup diterima baik di masyarakat Indonesia.

“Perlu ada sarasehan bersama, langkah-langkah startegis dan urun rembuk besar mungkin ya untuk menjawab ini semua. “ tutup Bapak dua anak yang sebentar lagi akan melaunching beberapa single anaknya.

Uniknya, anak-anak yang diproduseri oleh labelnya ini berasal dari semua lapisan. Ada yang santriwati, anak jalanan dan menjaring talenta-talenta berbakat di Jabotabek dan seluruh Indonesia. (ie)