Ruangkerjacreative.com – Pada perjalanan hidup manusia, bias tentang kematian selalu membuat dimensi yang unik dan mengelompokan diri pada kasus-kasus misteri yang sulit terpecahkan bagi manusia ketika harus dihadapkan dengan banyak lika-liku kehidupan. ‘Setiap yang bernyawa, pasti akan mengalami kematian’. Sepenggal kalimat yang sering terdengar ini, pun seperti merubah banyak cara pandang untuk menyikapi kematian. Lewat studi kasus dari sebuah kematian, Gardenia mencoba mengungkap bahwa ada catatan kuno yang menceritakan tentang kaum paganisme bahwa mereka memiliki bias personal pada semua harga nyawa. Artinya, sebuah kematian yang memiliki keniscayaan bisa juga diartikan sebagai pelepasan jiwa dalam etimologi yang coba direfleksikan oleh Gardenia. Hal ini dibuktikan dengan adanya single dari Gardenia yang berjudul ‘Les Yeux Gris’, yang menyimpan banyak harapan agar hal ini mampu merebut pemahaman kolektif dari masyarakat luas tentang definisi kematian yang selalu berkaitan dengan hal muram, atau nuansa yang erat dengan kesedihan.

Klip “Les Yeux Gris” telah selesai memasuki proses post production pada pertengahan bulan September, dan rencana akan dipublikasikan pada 28 Oktober 2020. Dengan terbitnya kabar ini, Gardenia juga memberi isu bahwa mereka tengah menyusun materi-materi baru yang segar, untuk di sajikan ke khalayak ramai.

Gardenia merupakan kelompok grup band asal Banjarnegara yang cukup produktif, lewat karya – karyanya berharap Gardenia bisa mendapat tempat di industri musik tanah air. Dengan menggores sebuah tinta lewat lirik kemudian akan menjadi pesan untuk para pendengarnya melalui single “Les Yeux Gris”.