Ruangkerjacreative.com – Lagu ini mengingatkan kita semua untuk sadar bahwa tingkat bully sudah mendunia pada kehidupan kita. Manfaatkanlah media sosial atau perilaku yang selalu membuat kita sadar akan keburukan bullying dari cerita yang diangkat dari kisah nyata siapapun yang sering atau pernah merasakan bully.

Kira-kira poin itu yang akan disampaikan oleh Elephant Noise lewat karya musiknya pada 2020 ini. Elephant noise adalah kumpulan pelaku musik Jogja merilis satu lagu khusus untuk mengkampanyekan stop bully secara khusus, momen ini juga menjadi pengalaman pertama Elephant Noise untuk berkarya dengan membawa genre musik grunge. “Lagu ini dibuat taun 2018 mengenang peristiwa yang ada di media sosial atau cerita pribadi dari saya selaku vokal gitar pada band ini” ujar Dani

Elephant Noise yang ber anggotakan Herdani Nafisa (Dani) pada gitar + vokal, Anshar Azis (Ancal) pada lead gitar, Zico Zikri (Ziko) pada bass dan Alfika Fajar Amalio (Uwo) pada drum. Awal mula terbentuknya dikarenakan suntuk dikarenakan Dani sudah berhenti bermain musik karena trauma dengan posisi sebelumnya adanya intimidasi dari personil baru dan ditinggal meninggalnya sang gitaris Alm.Adi susilo dari band sebelumnya yang bernama The Doel’s.

Sekitar taun 2017 Uwo mengajak Dani bermain band dan kala itu kebingungan karena Dani dan Uwo sama – sama pemegang instrument Drum, akhirnya Dani memberanikan berpindah posisi menjadi vokalis dan gitaris dan sebagai pencipta dan peramu lagu dari Elephant Noise.  “Selain dari empat personil itu, saya juga dibantu Wahyudi Angkasa (Abel Record) dan Yudistira (Abel record) sebagai operator sekaligus sound design. Mereka justru yang membantu prosesnya dari awal sampai pada akhirnya lagu ini jadi. Mixing dan mastering juga mereka yang kerjakan,” papar bapak grunge satu anak itu.

Sementara itu, Elephant Noise juga dibantu oleh M.Dhani Febriyadi (Momo Zima) sebagai pengarah vokal, Dhiya Farida Wisti sebagai additional drum, M.Alwi Satria Nugraha sebagai back vokal, Aji cahya Fajar (Omah record) sebagai publisher, Crishtian Corneliyus (Rumah Tua Record) sebagai tempat untuk take drum.

Mengenai rencana selanjutnya usai merilis lagu ‘Stop Bully’, Dani mengaku sudah berencana akan melanjutkannya dengan beberapa lagu baru yang sebenarnya sudah siap menjadi satu album. Semuanya tetap akan dibawakan dengan format Band dengan menggandeng beberapa session player dari Jogja lainnya, Apabila Personil lainnya tidak bisa perform.

“Kalau soal album Elephant Noise sudah mempersiapkan album kedua dan ketiga untuk kedepannya. Tapi saya menyelesaikan album kedua dulu untuk pematangan materinya.”pungkas Dani sembari duduk.

Sekadar diketahui, Personil Elephant Noise merupakan salah pelaku seni yang sudah cukup lama malang melintang di dunia musik Jogja. Selain menjadi Crew dibalik band2 besar jogja dan session player besar jogja, Elephant Noise kini juga disibukkan dengan pekerjaan masing2, antara lain Dani sebagai tukang sablon, Uwo sebagai bisnis man, Ancal sebagai session player dan memiliki band banyak sekali, Ziko sebagai session player dan memiliki band banyak juga.